Nama Belakang, Tiket Kekuasaan
0 Komentar di Nama Belakang, Tiket Kekuasaan
Oleh: Anisa Wahyu Putriana, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta “Gampang, enek wong njero”, kalimat sederhana dalam bahasa Jawa yang mungkin terdengar seperti gurauan. Namun, ketika yang dipertaruhkan adalah jabatan dan sumber daya publik, “wong njero” atau “orang dalam” dapat menjadi awal dari persoalan yang…
KARHUTLA: Karut-Marut Hutan dan Lahan
0 Komentar di KARHUTLA: Karut-Marut Hutan dan Lahan
Oleh: Nadia Aurelia Rahmadany, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selalu dinarasikan secara turun-temurun karena musim kemarau, cuaca panas, titik api, asap, lalu upaya pemadaman. Pola tersebut membuat karhutla seolah-olah menjadi konsekuensi alamiah dari musim kering. Padahal di belakangnya terdapat kondisi ekologis, aktivitas manusia,…
Privatisasi Pengadaan Publik
0 Komentar di Privatisasi Pengadaan Publik
Oleh: Anasa Wahyu Putriani, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kasus Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq menjadi sebuah fenomena gunung es, ia memperlihatkan bagaimana pengadaan barang dan jasa pemerintah dapat berubah menjadi ruang distribusi keuntungan bagi lingkaran kekuasaan. Pada 24 September 2026, jaksa KPK menuntut…
Kasat-Kusut Pencopotan Purbaya
0 Komentar di Kasat-Kusut Pencopotan Purbaya
Oleh: Aldi Putra Setyawan, Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Slamet Riyadi Surakarta Dunia perpolitikan dan lingkaran ekonomi Indonesia mendadak digegerkan oleh sebuah keputusan yang bikin banyak orang garuk-garuk kepala. Baru saja genap satu tahun memimpin dan menjalankan gebrakan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa secara mengejutkan dicopot dari…
Slogan “Kedaulatan Rakyat”
0 Komentar di Slogan “Kedaulatan Rakyat”
Oleh: Fathia Salsabila Arfian, Mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data, Universitas Sebelas Maret Kedaulatan merupakan salah satu fondasi utama keberadaan sebuah negara. Secara sederhana, negara berdaulat berarti negara memiliki kekuasaan tertinggi untuk mengatur pemerintahan, wilayah, dan kehidupan masyarakatnya tanpa berada di bawah kekuasaan negara lain. Namun, dalam negara demokrasi,…
Konstruksi Kepercayaan Sosial di Tengah Politik Resentimen
0 Komentar di Konstruksi Kepercayaan Sosial di Tengah Politik Resentimen
Oleh : T.H. Hari Sucahyo Sebagian berupa teori sosiologis, sebagian lagi berupa kecaman politik, analisis Helmut Schoeck tentang rasa iri hati dalam masyarakat menurut saya tetap menarik justru karena ia menyentuh sesuatu yang sering kali tidak nyaman untuk kita akui. Politik modern terlalu sering berbicara tentang ketimpangan, keadilan, dan distribusi…
Critical Legal Studies Jawaban Atas Kemuakan Konstruksi Hukum Modern
0 Komentar di Critical Legal Studies Jawaban Atas Kemuakan Konstruksi Hukum Modern
Oleh: Muhammad Dwiky Positivistik dan Ilusi Ideologisnya Berangkat dari segala polemik seputar dunia hukum Indonesia yang sangat kerap sekali kita temui. Serta sebagai manusia awam yang baru belajar lebih banyak mengenai disiplin ilmu hukum, ternyata banyak hal yang jauh dari teori, dengan kata lain terjadi pemisahan antara teori dan praktik….
Selamat Datang di Era Diasimokrasi
0 Komentar di Selamat Datang di Era Diasimokrasi
Oleh : T.H. Hari Sucahyo (Pegiat di Cross-Disciplinary Discussion Group “Sapientiae”) Kita sering diajarkan bahwa sejarah bergerak seperti pendulum. Kadang manusia hidup di bawah tangan besi seorang raja, kadang di bawah kekuasaan militer, kadang pula di bawah janji-janji demokrasi yang terdengar mulia. Dari zaman monarki absolut hingga republik modern, manusia…
Demokrasi yang Kita Bunuh Sendiri
0 Komentar di Demokrasi yang Kita Bunuh Sendiri
Oleh : T.H. Hari Sucahyo (Pegiat di Cross-Disciplinary Discussion Group “Sapientiae”) Ada kalanya sebuah bangsa baru menyadari bahwa sesuatu telah hilang setelah kerusakan itu tampak di permukaan. Ketika berita tentang kekerasan aparat, korupsi pejabat, dan kebijakan yang gagal mulai memenuhi ruang publik, orang-orang tiba-tiba berkata bahwa demokrasi sedang sekarat. Ada…
Fenomena Razia Buku di Rezim Yang Dungu
0 Komentar di Fenomena Razia Buku di Rezim Yang Dungu
Oleh: Arman Ramadhan Pekerjanya masih jauh mendapatkan upah dan jam kerja yang layak. Bahkan, sebagian besarnya mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran. Anak mudanya kesulitan untuk mengakses pendidikan tinggi serta terancam menjadi pengangguran. Janji soal 19 juta lapangan kerja tak lebih dari sekadar omong kosong belaka dari mulut Sang Bocah…
