Oleh: Umi Barokah, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Pejabat yang memiliki kewenangan besar dapat berarti pula ia mempunyai kekuasaan paling kuat. Namun, ukuran sesungguhnya dari sebuah negara hukum justru terlihat ketika kekuasaan itu diuji, apakah hukum tetap bekerja ketika berhadapan dengan orang yang memiliki…
Lihat lebih banyakOleh: Nur Alif Wahyu, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Jika berbicara mengenai identitas nasional, yang ada dipikiran kita sering kali langsung tertuju pada upacara bendera, baju adat saat perayaan kemerdekaan, atau hafalan butir-butir Pancasila di bangku sekolah. Seolah-olah menjadi Indonesia cukup dibuktikan dengan mengenakan…
Lihat lebih banyakOleh: Adinda Dewi Puspitasari, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Otonomi daerah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk mengambil keputusan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kepala daerah dan birokrasi memiliki kewenangan mengelola anggaran, menerbitkan perizinan, mengatur kepegawaian, serta menyelenggarakan pelayanan publik. Namun, di balik…
Lihat lebih banyakOleh: Saskiya Isnajanah, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Korupsi sudah seperti mahkluk hidup, berkembang biak dalam berbagai bentuk dan terus diwariskan dalam bentuk buku yang kira-kira judulnya “panduan korupsi”. Amat sangat sederhana jika kita membayangkan korupsi hanya urusan mengambil uang negara. Padahal ia telah…
Lihat lebih banyakOleh: Arfiani Nazhimah, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Pendidikan kerap disebut sebagai jalan untuk membangun masa depan bangsa. Melalui pendidikan, seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan. Namun, bagaimana jika lembaga yang seharusnya menanamkan nilai-nilai tersebut justru…
Lihat lebih banyakOleh: Destiya Pury Avita Sari, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Terlalu sempit jika kita menganggap bendera hanya kain yang dijahit, diberi warna, lalu dikibarkan, padahal dibaliknya menyimpan sebuah simbol yang membawa identitas, ingatan, kebanggaan, bahkan luka sejarah. Menjadi ironi sebenarnya ketika bendera yang identik…
Lihat lebih banyakOleh: Anasa Wahyu Putriani, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kasus Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq menjadi sebuah fenomena gunung es, ia memperlihatkan bagaimana pengadaan barang dan jasa pemerintah dapat berubah menjadi ruang distribusi keuntungan bagi lingkaran kekuasaan. Pada 24 September 2026, jaksa KPK menuntut…
Lihat lebih banyakOleh: Fathia Salsabila Arfian, Mahasiswi Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data, Universitas Sebelas Maret Kedaulatan merupakan salah satu fondasi utama keberadaan sebuah negara. Secara sederhana, negara berdaulat berarti negara memiliki kekuasaan tertinggi untuk mengatur pemerintahan, wilayah, dan kehidupan masyarakatnya tanpa berada di bawah kekuasaan negara lain. Namun, dalam negara demokrasi,…
Lihat lebih banyakOleh: Muhammad Dwiky Positivistik dan Ilusi Ideologisnya Berangkat dari segala polemik seputar dunia hukum Indonesia yang sangat kerap sekali kita temui. Serta sebagai manusia awam yang baru belajar lebih banyak mengenai disiplin ilmu hukum, ternyata banyak hal yang jauh dari teori, dengan kata lain terjadi pemisahan antara teori dan praktik….
Lihat lebih banyakHukum pidana lebih menekankan pada pencarian kebenaran materiil, yaitu sebuah proses yang bertujuan menemukan kebenaran sesungguhnya atau riil terhadap sebuah peristiwa hukum. Berbeda dengan kebenaran formil yang hanya fokus pada bukti-bukti formal yang diajukan di persidangan. Barang siapa yang terjerat kasus hukum pidana, maka “kematian” berada selangkah didepannya. Kematian dalam…
Lihat lebih banyak