Oleh: Gitalia Febriyanti, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Pendidikan seharusnya menjadi tangga mobilitas sosial, bukan hak istimewa bagi mereka yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Prinsip inilah yang mendasari kehadiran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), program bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Namun,…
Lihat lebih banyakOleh: Hafit Ninis Alfiga, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Dalam politik, perpindahan posisi seseorang terkadang lebih menarik daripada perubahan sikap yang diucapkannya. Rocky Gerung, yang selama ini dikenal lantang mengkritik pemerintah, kini berada di dalam lingkar kekuasaan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota…
Lihat lebih banyakOleh: Umi Barokah, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Pejabat yang memiliki kewenangan besar dapat berarti pula ia mempunyai kekuasaan paling kuat. Namun, ukuran sesungguhnya dari sebuah negara hukum justru terlihat ketika kekuasaan itu diuji, apakah hukum tetap bekerja ketika berhadapan dengan orang yang memiliki…
Lihat lebih banyakOleh: Nur Alif Wahyu, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Jika berbicara mengenai identitas nasional, yang ada dipikiran kita sering kali langsung tertuju pada upacara bendera, baju adat saat perayaan kemerdekaan, atau hafalan butir-butir Pancasila di bangku sekolah. Seolah-olah menjadi Indonesia cukup dibuktikan dengan mengenakan…
Lihat lebih banyakOleh: Adinda Dewi Puspitasari, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Otonomi daerah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk mengambil keputusan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kepala daerah dan birokrasi memiliki kewenangan mengelola anggaran, menerbitkan perizinan, mengatur kepegawaian, serta menyelenggarakan pelayanan publik. Namun, di balik…
Lihat lebih banyakOleh: Keysha Alfadha Aurora, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Demokrasi sering diartikan hanya soal Pemilu, pergantian kekuasaan, dan kebebasan memilih pemimpin. Namun, sejatinya demokrasi jauh lebih kompleks secara implementasi. Demokrasi diuji ketika rakyat menyampaikan kritik, ketika kebijakan pemerintah dipersoalkan, dan ketika kekuasaan harus bersedia…
Lihat lebih banyakOleh: Saskiya Isnajanah, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Korupsi sudah seperti mahkluk hidup, berkembang biak dalam berbagai bentuk dan terus diwariskan dalam bentuk buku yang kira-kira judulnya “panduan korupsi”. Amat sangat sederhana jika kita membayangkan korupsi hanya urusan mengambil uang negara. Padahal ia telah…
Lihat lebih banyakOleh: Arfiani Nazhimah, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Pendidikan kerap disebut sebagai jalan untuk membangun masa depan bangsa. Melalui pendidikan, seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan. Namun, bagaimana jika lembaga yang seharusnya menanamkan nilai-nilai tersebut justru…
Lihat lebih banyakOleh: Destiya Pury Avita Sari, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Terlalu sempit jika kita menganggap bendera hanya kain yang dijahit, diberi warna, lalu dikibarkan, padahal dibaliknya menyimpan sebuah simbol yang membawa identitas, ingatan, kebanggaan, bahkan luka sejarah. Menjadi ironi sebenarnya ketika bendera yang identik…
Lihat lebih banyakOleh: Anisa Wahyu Putriana, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta “Gampang, enek wong njero”, kalimat sederhana dalam bahasa Jawa yang mungkin terdengar seperti gurauan. Namun, ketika yang dipertaruhkan adalah jabatan dan sumber daya publik, “wong njero” atau “orang dalam” dapat menjadi awal dari persoalan yang…
Lihat lebih banyak