Oleh: Gitalia Febriyanti, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Pendidikan seharusnya menjadi tangga mobilitas sosial, bukan hak istimewa bagi mereka yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan. Prinsip inilah yang mendasari kehadiran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), program bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Namun,…
Lihat lebih banyakOleh: Hafit Ninis Alfiga, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Dalam politik, perpindahan posisi seseorang terkadang lebih menarik daripada perubahan sikap yang diucapkannya. Rocky Gerung, yang selama ini dikenal lantang mengkritik pemerintah, kini berada di dalam lingkar kekuasaan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota…
Lihat lebih banyakOleh: Umi Barokah, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Pejabat yang memiliki kewenangan besar dapat berarti pula ia mempunyai kekuasaan paling kuat. Namun, ukuran sesungguhnya dari sebuah negara hukum justru terlihat ketika kekuasaan itu diuji, apakah hukum tetap bekerja ketika berhadapan dengan orang yang memiliki…
Lihat lebih banyakOleh: Adinda Dewi Puspitasari, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Otonomi daerah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk mengambil keputusan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kepala daerah dan birokrasi memiliki kewenangan mengelola anggaran, menerbitkan perizinan, mengatur kepegawaian, serta menyelenggarakan pelayanan publik. Namun, di balik…
Lihat lebih banyakOleh: Saskiya Isnajanah, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Korupsi sudah seperti mahkluk hidup, berkembang biak dalam berbagai bentuk dan terus diwariskan dalam bentuk buku yang kira-kira judulnya “panduan korupsi”. Amat sangat sederhana jika kita membayangkan korupsi hanya urusan mengambil uang negara. Padahal ia telah…
Lihat lebih banyakOleh: Arfiani Nazhimah, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Pendidikan kerap disebut sebagai jalan untuk membangun masa depan bangsa. Melalui pendidikan, seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan. Namun, bagaimana jika lembaga yang seharusnya menanamkan nilai-nilai tersebut justru…
Lihat lebih banyakOleh: Anisa Wahyu Putriana, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta “Gampang, enek wong njero”, kalimat sederhana dalam bahasa Jawa yang mungkin terdengar seperti gurauan. Namun, ketika yang dipertaruhkan adalah jabatan dan sumber daya publik, “wong njero” atau “orang dalam” dapat menjadi awal dari persoalan yang…
Lihat lebih banyakOleh: Nadia Aurelia Rahmadany, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selalu dinarasikan secara turun-temurun karena musim kemarau, cuaca panas, titik api, asap, lalu upaya pemadaman. Pola tersebut membuat karhutla seolah-olah menjadi konsekuensi alamiah dari musim kering. Padahal di belakangnya terdapat kondisi ekologis, aktivitas manusia,…
Lihat lebih banyakOleh: Anasa Wahyu Putriani, Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi Surakarta Kasus Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq menjadi sebuah fenomena gunung es, ia memperlihatkan bagaimana pengadaan barang dan jasa pemerintah dapat berubah menjadi ruang distribusi keuntungan bagi lingkaran kekuasaan. Pada 24 September 2026, jaksa KPK menuntut…
Lihat lebih banyakOleh: Aldi Putra Setyawan, Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas Slamet Riyadi Surakarta Dunia perpolitikan dan lingkaran ekonomi Indonesia mendadak digegerkan oleh sebuah keputusan yang bikin banyak orang garuk-garuk kepala. Baru saja genap satu tahun memimpin dan menjalankan gebrakan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa secara mengejutkan dicopot dari…
Lihat lebih banyak